Sabtu, 30 November 2019

Meningkatkan Minat Gemar Membaca Pada Remaja

GEMAR MEMBACA 








Jaman sekarang anak-anak hingga remaja punya lebih banyak pilihan dalam menghabiskan waktu untuk menggunakan media sosial, internet, video game hingga serial TV. Lalu bagaimana dengan membuat mereka menghabiskan waktu membaca?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana meningkatkan minat baca bagi remaja, kita harus mengetahui apa itu membaca?  

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung.

Selain itu, membaca memiliki sangat banyak tujuan. Selain mendapatkan informasi, membaca juga dapat membuka wawasan yang sangat luas. Membaca merupakan kunci untuk membuka pintu gerbang kesuksesan. Selain itu, membaca juga merupakan sarana untuk menuntut ilmu pengetahuan. Semakin sering kita membaca  maka  semakin banyak pengetahuan yang kita dapat.

Minat baca dikalangan masyarakat akan memicu berkualitas tidaknya suatu bangsa tersebut. Dengan rendahnya minat baca, tentu hal ini berpengaruh terhadap pengetahuan kita  terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia. Akhirnya akan berdampak pada ketertinggalannya bangsa tersebut. Oleh karena itulah, kita harus membiasakan dan menumbuhkan minat baca sedini mungkin. Membaca tidak lagi hanya dari lembaran-lembaran kertas, tetapi  sekarang sumber informasi lebih mudah didapat di internet dan media elektronik lainnya. Jadi, semakin mudahnya media untuk mendapatkan informasi, tidak ada lagi alasan untuk malas membaca.




Berikut langkah-langkah untuk meningkatkan minat baca:
1.    Membangun Motivasi Minat Membaca
Motivasi minat membaca harus dimulai dari dalam diri anda sendiri. Semua itu tergantung pada niat hati. Bagi saya sendiri membaca itu sebuah keharusan bila kita ingin membuka jendela dunia dan menguasai dunia.. Banyak membaca, pandangan kita akan terbuka luas terhadap hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.

2.    Mengatur  Waktu yang tepat  dan Nyaman untuk Membaca
Melakukan kegiatan membaca juga butuh waktu yang tepat. Sehingga apa yang anda baca akan meresap ke dalam pikiran anda. Bagaimana otak anda bisa menerimanya dengan mudah. Seringkali jika seseorang membaca pada kondisi waktu yang tidak tepat, semua itu akan terbuang sia-sia. Pada saat kondisi anda yang kurang sehat ataupun saat sedang malas. Carilah waktu yang betul-betul nyaman untuk membaca. Maka dari itu semua yang kita baca akan tersimpan di dalam memori pikiran anda. Mulailah manfaatkan waktu merenung dan menunggu anda dengan membaca.

3.    Membaca Sesuatu yang Kita Sukai
Membaca sesuatu hal yang anda sukai. Maka itu semua merupakan awal dari tumbuhnya minat membaca. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa membaca itu membosankan dan sangat berat untuk dilakukan. Jadi, satu hal yang perlu diingat yaitu sesuaikanlah dengan minat baca anda. Semua yang dilakukan mempunyai niat yang berasal dari dalam hati. Sehingga anda akan mudah untuk melakukannya.

 Sumber:




Selasa, 26 November 2019

Peran Media dan Teknologi Informasi Dalam Bimbingan dan Konseling




Assalamualaikum.....






  1. Peran Media dalam Bimbingan dan Konseling
Di dalam dunia Bimbingan dan Konseling, media mempunyai peran yang penting. Pengertian media dalam Bimbingan dan Konseling sebagai hal yang di gunakan menjadi perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor) melaksanakan program BK. Namun dalam perkembangannya media BK tidak sebatas untuk perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor) melaksanakan program BK tetapi memiliki makna yang lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapat digunakan dalam melaksanakan program BK. Misalnya konselor ketika melaksanakan konseling individu memerlukan ruang konseling, meja, kursi, alat perekam/pencatat. Ketika konselor pada akhir minggu/bulan/semester/tahun akan melaporkan kegiatan kepada Kepala Sekolah memerlukan media. Setelah sudah selesai masih memerlukan media lagi misalnya rak penyimpan data.
Ada beberapa jenis media dalam program BK yaitu:
  1. Media untuk menyampaikan informasi
  2. Media sebagai alat ( pengumpul data dan penyimpan data)
  3. Media sebagai alat bantu dalam memberikan group information
  4. Media sebagai Biblioterapi
  5. Media sebagai alat menyampaikan laporan
Berikut adalah beberapa contoh media:
  1. Media untuk menyampaikan informasi
Contoh : Selebaran, leaflet, booklet, dan papan bimbingan
  1. Media sebagai alat ( pengumpul data dan penyimpan data)
a.       Media Pengumpul data:
Contoh : Angket, pedoman wawancara, lembaran observasi.
b.      Media penyimpan data:
Contoh : kartu pribadi, buku pribadi, map, disket, folder, almari, rak dll
  1. Media sebagai alat bantu dalam memberikan group information
a.       Media auditif: radio, tape
b.      Media visual: gambar, foto, tranparansi, lukisan, dll
c.       Audio visual: film yang ada suaranya.
  1. Media sebagai Biblioterapi
Contoh : Buku-buku, majalah, komik (yang penting di dalamnya berisi cara-cra atau tips) misalnya cara beternak ayam, cara cepat membaca Alquran, cara mengatasi rendah diri (end so on).
  1. Media sebagai Alat Menyampaikan Laporan
Berupa laporan kegiatan BK kepada atasan kita. Laporan bisa mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan.
2.      Peran teknologi informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan dan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseling ini karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran konselor akan berhasil? Siapa pun pasti akan menjawab tidak. Dengan argument apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya.
Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang di butuhkannya. Selain itu sarana yang di berikan oleh teknologi informasi itu sendiri, memungkinkan antar pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat , dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kinerja konselor itu sendiri.
Selain itu, dalam proses konseling juga dapat menggunakan teknologi informasi atau yang sering disebut E-counseling. Seperti :
  1. Konseling memalui telepon
  2. Konseling melalui SMS
  3. Konseling melalui computer
  4. Konseling melalui internet, misalnya wabcam, skype vidio call, dan lain-lain.


Wasalammualaikum....