Selasa, 12 November 2019

Teknik-Teknik Bimbingan Konseling



ASSALAMULAIKUM...

Sebelum kita memahami apa itu teknik-teknik bimbingan konseling, kita harus mengerti terlebih dahulu apa pengertian dari teknik-teknik bimbingan konseling.
Pengertian teknik-teknik bimbingan konseling yaitu cara-cara tertentu yang digunakan seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu konseli, agar mampu berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial, budaya dan agama.

Macam-macam teknik bimbingan konseling antara lain adalah sebagai berikut:

1.     Perilaku Attending
Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri konseli yang mencakup komponen kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan.

2.     Empati
Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan konseli, merasa dan berfikir bersama konseli dan bukan tentang konseli. Empati dilakukan sejalan dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending tidak akan terbentuk empati.

3.     Refleksi
Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada konseli tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal.

4.     Eksplorasi Perasaan
Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman konseli. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena banyak konseli menyimpan rahasia batin, menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini memungkinkan konseli untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam.
   
5.      Paraphrasing
Menangkap pesan (Parapshrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau inti ungkapan koseli dengan teliti mendengarkan pesan utama konseli, mengungkapakan kalimat yang mudah dan sederhana.

6.      Open Question (Petanyaan Terbuka)
Pertanyaan terbuka yaitu tektik untuk memancing konseli agar mau berbicara mengungkapkan perasaan, pengalaman dan pemikirannya.

7.      Closed Question (Pertanyaan Tertutup)
Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka, dalam hal-hal tertentu dapat pula menggunakan pertanyaan tertutup, yang harus dijawab dengan kata-kata yang singkat dan jelas.

8.      Dorongan minimal
Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan konseli. Tujuan dorongan minimal adalah konseli terus mampu berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai tujuan.

9.      Directing (Mengarahkan)
Directing adalah cara untuk mengajak dan mengarahkan konseli melakukan sesuatu. Misalnya menyuruh konseli untuk bermain peran dengan konselor atau mengkhayal sesuatu.

10.  Summarizing (Menyimpulkan)
Summarizing adalah teknik untuk menyimpulkan sementara hasil pembicaraan sehingga arah pembicaraan semakin jelas.

11.  Fokus
Seorang konselor harus membantu konseli agar memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Upaya konselor dapat terlaksana jika menggunakan teknik memfokuskan pembicaraan.

12.  Facilitating
Adalah tugas seorang konselor untuk memudahkan atau memberi peluang yang besar kepada konseli supaya dia mengungkapkan perasaan, pikiran dan pengalaman dengan leluasa. Dalam hal ini pembicaraan berpusat pada konseli, sedangkan konselor adalah fasilitator adalah orang yang memberi kemudahan supaya pembicaraan konseli bebas dan terbuka tanpa rasa takut, malu dan sungkan.

13.  Diam
Diam bukan berarti tidak ada komunikasi, akan tetapi tetap ada yaitu melalui perilaku non verbal. Yang paling ideal diam itu paling tinggi 5-10 detik dan selebihnya dapat diganti dengan dorongan minimal. Akan tetapi jika konselor menunggu konsli yang sedang berfikir mungkin diamnya lebih dari 5 detik. Hal ini relative tergantung pada feeling konselor.

14.  Mengambil Inisiatif
Mengambil inisiatif perlu dilakukan konselor manakala konseli kurang bersemangat untuk berbicara, sering diam dan kurang berpartisipasi.

15.  Memberi Nasehat
Pemberian nasehat sebaiknya dilakukan jika konseli memintanya. Walaupun demikian, konselor tetap harus mempertimbangkannya, apakah pantas atau tidak untuk memberi nasehat. Sebab dalam memberi nasehat tetap dijaga agar tujuan konseling yakni kemandirian konseli tetap tercapai.

16.  Pemberian Informasi
Pemberian informasi dalam hal ini, jika konselor tidak memiliki informasi, sebaiknya katakana dengan jujur bahwa ia tidak mengetahui hal itu. Akan tetapi, jika konselor mengetahui informasi, sabaiknya berikan informasi itu kepada konseli.

17.  Merencanakan
Menjelang akhir konseling, seorang konselor harus dapat membantu konseli untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action, perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan dirinya. Suatu rencana yang lebih baik adalah hasil kerjasama konselor dengan konseli.

18.  Menyimpulkan
Pada akhir sesi konseling, konselor membantu konseli untuk menyimpulkan hasil pembicaraan.


 

WASALAMMUALAIKUM...

13 komentar: