ASSALAMULAIKUM...
Sebelum kita memahami apa itu
teknik-teknik bimbingan konseling, kita harus mengerti terlebih dahulu apa
pengertian dari teknik-teknik bimbingan konseling.
Pengertian
teknik-teknik bimbingan konseling yaitu cara-cara tertentu yang digunakan
seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu konseli, agar mampu
berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan
mempertimbangkan kondisi-kondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial, budaya
dan agama.
Macam-macam teknik bimbingan konseling antara lain adalah sebagai berikut:
1. Perilaku Attending
Perilaku
attending disebut juga perilaku menghampiri konseli yang mencakup komponen
kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan.
2. Empati
Empati ialah
kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan konseli, merasa dan
berfikir bersama konseli dan bukan tentang konseli. Empati dilakukan sejalan
dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending tidak akan terbentuk
empati.
3. Refleksi
Refleksi
adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada konseli tentang perasaan,
pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan
non verbal.
4. Eksplorasi Perasaan
Eksplorasi
adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman konseli. Hal ini
sangat penting untuk dilakukan karena banyak konseli menyimpan rahasia batin,
menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini
memungkinkan konseli untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan
terancam.
5.
Paraphrasing
Menangkap
pesan (Parapshrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau inti
ungkapan koseli dengan teliti mendengarkan pesan utama konseli, mengungkapakan
kalimat yang mudah dan sederhana.
6.
Open Question (Petanyaan Terbuka)
Pertanyaan
terbuka yaitu tektik untuk memancing konseli agar mau berbicara mengungkapkan
perasaan, pengalaman dan pemikirannya.
7.
Closed Question (Pertanyaan Tertutup)
Dalam
konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka, dalam hal-hal
tertentu dapat pula menggunakan pertanyaan tertutup, yang harus dijawab dengan
kata-kata yang singkat dan jelas.
8.
Dorongan minimal
Dorongan
minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat
terhadap apa yang telah dikemukakan konseli. Tujuan dorongan minimal adalah
konseli terus mampu berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai
tujuan.
9.
Directing (Mengarahkan)
Directing
adalah cara untuk mengajak dan mengarahkan konseli melakukan sesuatu. Misalnya
menyuruh konseli untuk bermain peran dengan konselor atau mengkhayal sesuatu.
10.
Summarizing (Menyimpulkan)
Summarizing
adalah teknik untuk menyimpulkan sementara hasil pembicaraan sehingga arah
pembicaraan semakin jelas.
11.
Fokus
Seorang
konselor harus membantu konseli agar memusatkan perhatiannya pada pokok
pembicaraan. Upaya konselor dapat terlaksana jika menggunakan teknik
memfokuskan pembicaraan.
12.
Facilitating
Adalah tugas
seorang konselor untuk memudahkan atau memberi peluang yang besar kepada
konseli supaya dia mengungkapkan perasaan, pikiran dan pengalaman dengan
leluasa. Dalam hal ini pembicaraan berpusat pada konseli, sedangkan konselor
adalah fasilitator adalah orang yang memberi kemudahan supaya pembicaraan
konseli bebas dan terbuka tanpa rasa takut, malu dan sungkan.
13.
Diam
Diam bukan
berarti tidak ada komunikasi, akan tetapi tetap ada yaitu melalui perilaku non
verbal. Yang paling ideal diam itu paling tinggi 5-10 detik dan selebihnya
dapat diganti dengan dorongan minimal. Akan tetapi jika konselor menunggu
konsli yang sedang berfikir mungkin diamnya lebih dari 5 detik. Hal ini
relative tergantung pada feeling konselor.
14.
Mengambil Inisiatif
Mengambil
inisiatif perlu dilakukan konselor manakala konseli kurang bersemangat untuk
berbicara, sering diam dan kurang berpartisipasi.
15.
Memberi Nasehat
Pemberian
nasehat sebaiknya dilakukan jika konseli memintanya. Walaupun demikian,
konselor tetap harus mempertimbangkannya, apakah pantas atau tidak untuk
memberi nasehat. Sebab dalam memberi nasehat tetap dijaga agar tujuan konseling
yakni kemandirian konseli tetap tercapai.
16.
Pemberian Informasi
Pemberian
informasi dalam hal ini, jika konselor tidak memiliki informasi, sebaiknya
katakana dengan jujur bahwa ia tidak mengetahui hal itu. Akan tetapi, jika
konselor mengetahui informasi, sabaiknya berikan informasi itu kepada konseli.
17.
Merencanakan
Menjelang
akhir konseling, seorang konselor harus dapat membantu konseli untuk dapat
membuat rencana berupa suatu program untuk action, perbuatan nyata yang
produktif bagi kemajuan dirinya. Suatu rencana yang lebih baik adalah hasil
kerjasama konselor dengan konseli.
18.
Menyimpulkan
Pada akhir
sesi konseling, konselor membantu konseli untuk menyimpulkan hasil pembicaraan.
WASALAMMUALAIKUM...

Terimakasih informasinya kak, sangat membantu.. :))
BalasHapusMakasih infonya👍
BalasHapusNice nov. Sangat membantu👌
BalasHapusMakasih infonya mbae👍
BalasHapusalhamdulillah, next bakal buat materi yang lebih menarik lagi. semoga bermanfaat :)
BalasHapusGood kak, thanks for more information 👍🏻
BalasHapusSmangat mba
BalasHapusGood edukasi lanjutkan kk
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih kak info nya, sangat membantu
BalasHapusBagus dan Bermanfaat :)
BalasHapusTerimakasih info nya qaqa
BalasHapusSangat bermanfaat kakkk :))
BalasHapus